Artikel dan Berita

Lupus : Kenali Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Category: Info Sehat Comments: 0

Lupus atau lupus eritematosus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, persendian, ginjal, dan otak. Siapapun bisa mengalami lupus, tapi lebih sering terjadi pada wanita. Dalam keadaan normal, sistem kekebalan melindungi tubuh terhadap infeksi atau cedera. Namun, pada orang dengan penyakit autoimun seperti lupus, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel, jaringan, dan organ yang sehat.

Penyebab dan Gejala Lupus

Pada umumnya lupus adalah kelainan pada sistem imun yang menyerang jaringan atau sel di dalam tubuh. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya :

  1. Lingkungan

Hal yang dapat meningkatkan risiko lupus yaitu dari faktor lingkungan seperti merkuri, asap rokok, dan gel natrium silika. Beberapa zat tersebut dapat memicu peradangan dan mendorong terbentuknya autoantibodi yang menyerang sel tubuh.

  1. Hormon

Menurut penelitian, wanita lebih rentan mengalami lupus dibandingkan pria karena lebih banyak menghasilkan hormon estrogen. Hormon pada wanita lebih kuat dibanding pria namun hal ini justru menjadi bumerang ketika antibodi berubah menjadi autoantibodi dan menyerang sek tubuh.

  1. Genetik

Lupus juga terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Ada beberapa orang yang memiliki riwayat keluarga terkena lupus mendapatkan hasil positif saat tes DNA autoimun.

Gejala Lupus

Ada tiga gejala secara umum yang dialami oleh penderita lupus, antara lain

  1. Nyeri pada Persendian

Gejala yang pertama terjadi pada saat seseorang mengalami lupus ialah rasa nyeri di persendian dan berpindah-pindah dari satu ke sendi lainnya. Nyeri pada persendian ini bersifat sementara. Dengan kata lain, kondisi ini tidak akan menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian

  1. Muncul Ruam pada Kulit

Pada umumnya ruam timbul menyebab di pipi dan batang hidung. Penyebaran ruan tersebut berbentuk seperti kupu-kupu. Selain di pipi dan batang hidung, ruam pada penderita juga sering terjadi di tangan dan pergelangan tangan. Ruam yang tejadi bersifat permanen atau berbekas dan akan bertambah parah jika terpapar sinar matahari

  1. Mudah Merasa Lelah

Penderita lupus akan mengalami rasa lelah setiap harinya walupun ia melakukan aktivitas sederhana, seperti mengurus rumah tangga. Rasa lelah yang dirasakan tidak kungjung pulih sekalipun telah beristirahat dengan cukup

Komplikasi

Terdapat beberapa komplikasi yang disebabkan oleh penyakit lupus. Hal ini dikarenakan peradangan yang disebabkan oleh penyakit lupus itu sendiri. Beberapa kemungkinan komplikasi lupus, meliputi:

  • Penyakit ginjal:

Peradangan penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal bahkan gagal ginjal.

  • Pembuluh Darah atau Darah:

Lupus dapat disebabkan oleh peradangan pada pembuluh darah, disebut juga vaskulitis. Selain itu, lupus juga dapat menyebabkan perdarahan atau penggumpalan darah.

  • Penyakit jantung:

Ketika peradangan lupus terjadi di jantung dan jaringan sekitarnya, seseorang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

  • Paru-paru:

Radang paru-paru yang disebabkan oleh lupus dapat mengakibatkan rasa sakit atau nyeri saat bernafas.

  • Sistem saraf:

Ketika lupus sudah sampai menyerang bagian otak, maka penderitanya bisa mengalami gejala mulai dari sakit kepala, pusing, bahkan kejang. 

Pencegahan

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah diri terkena lupus dengan menghindari faktor risiko yang dapat meningkatkan gejalanya. Beberapa cara untuk mencegahnya, yaitu:

  • Kurangi paparan sinar matahari, utamanya saat siang hari.
  • Lakukan diet nutrisi.
  • Hindari setres dan kembangkan teknik mengelola setres, seperti yoga dan meditasi.
  • Berhenti merokok.
  • Olahraga secara teratur.
  • Tidur yang cukup kurang lebih tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Kapan Harus Ke Dokter?

Apabila anda mengalami gejala-gejala tersebut, maka segera hubungi dokter RSI Unisma agar mendapatkan perawatan dan saran medis yang tepat. Dengan perawatan yang tepat, dapat meminimalisir akibat atau resiko lainnya yang bisa terjadi dan pengobatanpun dapat diberikan secara cepat.

Berikan Rating post

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *