Artikel dan Berita

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Malang

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Malang

Category: Info Sehat Comments: 0

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Malang menyediakan perawatan jaringan penyangga gigi dengan tujuan mempertahankan gigi, mengembalikan estetik gusi dengan pembedahan, menghilangkan infeksi, mengembalikan fungsi gigi dengan implant.

Spesialis Periodonsia juga menangani kasus periodontal kompleks pada pasien-pasien dengan riwayat kompromis medis serta kelainan sistemik yang lain.

Bergelar Sp.Perio, dokter gigi spesialis periodonsia merupakan salah satu dokter gigi spesialis yang tidak banyak dikenal cakupan kerjanya oleh masyarakat luas. Maka dari itu yuk #temansehat lebih mengenal apa itu Dokter Gigi Spesialis Periodonsia.

Apa Itu Periodonsia?

Periodonsia adalah salah satu spesialisasi di bidang kedokteran gigi. Bidang kedokteran gigi ini mempelajari struktur dari jaringan pendukung di sekitar gigi. Contoh dari jaringan pendukung gigi ini adalah gusi (gingiva), semen, ligamen, dan tulang alveolar.

Dokter gigi umum yang menempuh pendidikan spesialisasi periodonsia nantinya akan menjadi dokter gigi spesialis periodonsia. Dokter gigi bergelar Sp.Perio ini akan memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, terutama untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan jaringan pendukung gigi (jaringan periodontal).

Dokter spesialis periodonsia memiliki wewenang untuk membuat diagnosis serta memberikan penatalaksanaan atas kelainan dan/atau penyakit yang berkaitan dengan jaringan-jaringan pendukung gigi.

Perbedaan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia dengan Dokter Gigi Umum

Aspek utama yang membedakan dokter gigi umum dengan dokter gigi spesialis periodonsia. Sebagaimana umumnya seorang spesialis, dokter gigi spesialis wajib menempuh program pendidikan dokter gigi spesialis (PPDGS) terlebih dahulu. Lama waktu pendidikan dokter spesialis periodonsia adalah kurang lebih lima semester.

Di sisi lain, dokter gigi umum belum menempuh pendidikan dokter spesialis periodonsia. Dokter gigi umum adalah lulusan pendidikan dokter gigi (strata-1), lalu melanjutkan pendidikan klinisnya di rumah sakit selama kurang lebih 2 tahun.

Meski demikian, bukan berarti dokter gigi spesialis periodonsia tidak bisa membantu Anda mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut dasar. Karena pada awalnya dokter spesialis ini merupakan dokter gigi umum, tentunya mereka sudah dibekali dengan ilmu teori dan praktik kedokteran gigi dasar.

Cakupan Kerja dokter gigi spesialis periodonsia memiliki kewenangan lebih banyak dibandingkan dokter gigi umum—terutama untuk memberikan perawatan/pengobatan pada jaringan pendukung gigi (periodontal).

Rekomendasi Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Malang

drg. Ega Lucida Chandra K, Sp.Perio merupakan seorang Dokter Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di RSI Unisma Malang. Beliau dapat membantu layanan Konsultasi gigi yang dikhususkan pada periodonsia.

drg. Ega Lucida Chandra K, Sp.Perio menamatkan pendidikan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga. Selain itu, beliau juga tergabung dalam organisasi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Periodonsia Indonesia (IPERI).

Pelayanan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia

Karena bidang keilmuan yang dikuasainya, seringkali dokter spesialis periodonsia dijuluki sebagai ahli penyakit gusi (gum disease experts). Julukan ini memang sesuai dengan layanan yang diberikan oleh dokter gigi periodonsia yang lebih berfokus pada jaringan pendukung gigi (gusi adalah salah satunya).

Beberapa macam layanan yang diberikan oleh dokter gigi periodonsia antara lain:

  1. Penatalaksanaan Gingivitis
    Gingivitis merupakan salah satu penyakit dapat diatasi oleh periodontis. Singkatnya, gingivitis ini merupakan bentuk peradangan pada gusi. Penyebab utamanya adalah kebersihan mulut yang kurang baik. Ada beberapa macam gejala yang mungkin timbul. Misalnya adalah gusi bengkak, gusi mudah berdarah, gusi sakit, hingga bau napas yang tidak sedap.
    Mungkin penyakit radang gusi ini terdengar biasa saja di telinga Anda. Meski begitu, ternyata gingivitis merupakan penyakit gusi yang cukup berbahaya. Jika gingivitis tidak dirawat, hal ini dapat mengarah pada penyakit periodontal (periodontal disease).
  2. Penatalaksanaan Periodontal Disease
    Periodontal disease merupakan penyakit tingkat lanjutan dari gingivitis. Periodontal disease ini memiliki gejala menyerupai gingivitis, namun disertai dengan adanya gejala lain seperti sakit gigi, gigi longgar, atau bau mulut yang parah. Periodontis berperan untuk mendiagnosis dan memberikan tata laksana untuk mengobati periodontal disease agar gejala penyakit tersebut tidak menjadi lebih serius.
  3. Implan Gigi
    Meski implan gigi erat kaitannya dengan dokter spesialis prostodonsia, ada kondisi-kondisi tertentu pada pasien yang membuat spesialis periodonsia dapat ‘turun tangan’ dalam melakukan pemasangan implan gigi. Hal ini biasanya dikarenakan pasien mengalami penyakit periodontal sebelumnya dan harus kehilangan gigi karena penyakit tersebut.

Tak hanya tiga layanan di atas saja yang menjadi cakupan layanan dokter spesialis periodonsia. Bedah periodontal, misalnya. Jenis bedah ini merupakan cakupan kerja dari seorang periodontis. Misalnya, pada kasus kerusakan tulang alveolar, periodontis akan melakukan penatalaksanaan bedah regeneratif periodontal bone graft.

Anda punya masalah gusi bengkak, bau napas tak sedap, dan gigi longgar? Segera periksakan kondisi Anda pada dokter spesialis periodonsia RSI Unisma untuk mendapatkan pelayanan terkait kondisi Anda.

Jangan tunda berobat #AyokeRSIUNISMAaja

5/5 - (4 votes)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *