Artikel dan Berita

Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan Pernapasan

Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Category: Artikel, Info Sehat, PKRS Comments: 0

Bahaya polusi udara bagi kesehatan pernapasan manusia dapat menyebabkan penyakit atau gangguan pada sistem pernapasan, seperti paru-paru, jantung, bahkan meningkatkan risiko gangguan kehamilan pada ibu hamil. Tak hanya itu, bahaya polusi udara juga bisa berdampak pada organ-organ tubuh lainnya.

Penyebab polusi udara adalah menumpuknya partikel debu atau asap dari kendaraan bermotor, senyawa sulfur dioksida (hasil pembakaran bahan bakar), hingga partikel ozon yang berlebihan di permukaan bumi.

Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan

Berikut merupakan dampak bahaya polusi udara pada organ tubuh manusia lainnya yang perlu diwaspadai:

1. Gangguan Mata

Konjungtivitis, sindrom mata kering, bahkan glaukoma banyak disebabkan oleh mata yang terpapar polusi udara secara langsung. Menggunakan kacamata atau pelindung mata ketika menjalani aktivitas di luar, terutama di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk bahkan sedia obat tetes dapat mencegah mata sakit.

2. Batuk

Masalah kesehatan seperti mengi, pilek, sesak napas, batuk-batuk, dan napas pendek juga bisa disebabkan oleh gangguan pernapasan akibat polusi udara. Hal ini terjadi karena adanya polutan yang masuk ke dalam sistem pernapasan bagian atas, sehingga memicu respon tubuh untuk mengeluarkan partikel tersebut.

3. Penyakit Asma

Peradangan paru kronis yang dapat mengakibatkan saluran napas menyempit sehingga menimbulkan rasa sesak pada dada, mengi, dan batuk-batuk disebut Asma. Penyakit ini bisa disebabkan oleh Kualitas udara yang buruk. Jika tidak segera diatasi dapat berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian.

4. Kanker Paru-Paru

Meski sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok, kanker paru-paru juga menjadi salah satu dampak polusi udara yang perlu diwaspadai. Hal ini bisa terjadi akibat paparan debu dan partikel ozon yang terkandung dalam polusi udara yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

5. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) adalah jenis penyakit paru kronis yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas dalam jangka panjang. PPOK bisa terjadi akibat tubuh sering menghirup polutan serta asap rokok secara terus-menerus.

Meskipun memiliki gejala yang mirip, PPOK dan asma adalah dua kondisi yang berbeda. Asma adalah obstruksi saluran pernapasan yang bersifat reversibel, menyebabkan mengi, dan sensasi terikat di dada. Sedangkan PPOK bersifat progresif dan irreversibel, gejala bersifat konstan berupa sesak napas, dan batuk yang disertai dahak.

6. Penyakit Kardiovaskular

Selain menyebabkan masalah pada paru-paru, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular juga menjadi salah satu bahaya polusi udara yang jarang disadari. Hal ini terjadi karena polutan yang dihirup oleh tubuh bisa masuk ke aliran darah melalui jantung dan paru-paru, kemudian merusak pembuluh darah sehingga membuatnya menjadi lebih keras dan sempit. Akibatnya, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pun akan meningkat.

7. Kelahiran Prematur

Kualitas udara yang buruk juga perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Pasalnya, paparan polusi udara dapat mengakibatkan berbagai masalah kehamilan mulai dari lahirnya bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, terhambatnya perkembangan paru-paru janin, hingga kematian.

Hal ini bisa terjadi karena partikel udara yang buruk dapat mengendap di plasenta janin. Karena itu, ibu hamil sebaiknya menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah untuk mencegah menghirup polutan.

8. Kanker Kulit

Bahaya polusi udara berikutnya adalah meningkatnya risiko kanker kulit. Pasalnya, senyawa berbahaya yang terkandung dalam polusi udara dapat terserap oleh kulit. Apabila hal ini berlangsung dalam waktu yang lama, risiko terjadinya kanker kulit bisa semakin besar. Kondisi ini dapat diperparah dengan adanya paparan sinar UV setiap hari saat berada di luar ruangan.

Apabila gejala gangguan pernapasan yang terjadi akibat polusi udara tidak kunjung membaik sampai berhari-hari, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter RSI Unisma agar bisa mendapatkan perawatan yang paling tepat.

Dalam hal ini, Anda dapat membuat janji temu dengan dokter RSI Unisma Malang. Segera hubungi segera informasi dan pendaftaran untuk informasi yang lebih detail.

Jangan tunda berobat #AyokeRSIUNISMAaja

Dokter Spesialis Paru RSI Unisma

4.9/5 - (10 votes)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *