Berita

LSPEKTAKULER HARI SANTRI KE-5, BERMASKER TANPA HILANG
SEMANGAT DAN PESONA BUDAYA

 

#Upacara Bendera 3.500 Santri Putri

 Malam itu, kurang lebih sekitar 3.500 santri putri membanjiri lapangan bawah Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo dengan tekad dan semangat baru. Berbeda dengan tahun sebelumnya upacara HSN (hari santri nasional) kali ini diselenggarakan pada hari Selasa, 20 Oktober 2020. Posisi berdiri tegap dengan perpaduan kostum yang tak lepas dari unsur kebudayaan sekaligus paskibraka itu terlihat rapi dan tertata, tak lupa, seragam tambahan berupa masker wajib dikenakan oleh tiap peserta sebagai bentuk pencegahan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

 

Sekitar pukul 20.45 WIB, protokol upacara dengan lantang membuka upacara peringatan hari santri nasional yang diawali oleh lighting yang memukau serta sound system yang menggelegar, keduanya berhasil membuat suasana kali itu begitu mendebarkan dan berkesan. Tibalah pada saat pengibaran bendera merah putih, suara merdu dari tim paduan suara yang kurang lebih terdiri dari 30 anggota menjadi pengiring kekhidmatan para santri. Acarapun disambung dengan pembacaan ikrar santri yang dibacakan oleh KH. Drs. Khoiruddin S.Ag yang kemudian diikuti oleh seluruh santri yang ada. Memasuki tangga acara berikutnya ialah amanat inspektur upacara.   

Dalam amanatnya, dr. H. Muhammad Henalsyah. M. Kes menyampaikan, bahwa santri NKRI semakin tahun semakin diakui. Dulu, banyak orang dari berbagai kalangan yang mencemburui ditetapkannya hari santri nasional pada tahun 2015 lalu. Namun semakin tahun, semakin banyak pula santri-santri yang berkiprah pada negeri. Beliau juga menuturkan sebuah kata-kata milik KH. Mustofa Bisri, yakni yang dikatakan sebagai santri adalah siapapun yang memiliki karakter seperti santri meskipun ia tidak mondok. Pada intinya peringatan hari santri tidak hanya ditujukan untuk para santri yang sedang berada di pondok pesantren saja, melainkan juga untuk para alumni dan siapapun yang memiliki karakter seperti santri, yakni akhlak yang mulia. Tak hanya itu saja, beliau juga menyampaikan tiga hal yang harus dijauhi oleh para santri, pertama adalah Narkoba, HIV/AIDS, dan yang terakhir adalah korupsi.

“Disinilah tempat terbaik untuk menempa diri menjadi pribadi yang ber-ilmu dan berakhlakul karimah” begitulah pesan Dr. H. Muhammad Henalsyah pada akhir amanat beliau.

Sebelum upacara diakhiri, tim paduan suara (Annur Voice) membawakan lagu hubbul wathan yang dinyanyikan dengan indah sebagai pembuka persembahan.

Upacara berakhir sekitar pukul 22.08 WIB dan berhasil berjalan lancar dengan komandan upacara Khairunnisak Mulya Sari, santri tingkat Salafiyah Ula asal Sukabumi, Jawa Barat.

Spektakuler Pesona Kreasi Santri Putri

Nyala lampu mulai padam secara bersamaan. Sorot lampu terfokuskan pada dua master of ceremony spektakuler yang tengah membacakan serangkaian persembahan menggunakan dua bahasa, lengkap dengan kostum yang menyita perhatian.

Opening yang memukau dan mempesona menjadi awal persembahan kreasi santri dari tim pasukan pengibar bendera pondok pesantren wisata annur 2 Al-Murtadlo. Serempaknya Langkah kaki serta tangan yang mengepal seolah menjadi simbol semangat baru yang harus selalu digenggam dan dipertahankan. Berbagai variasi menarik yang berpadu dengan iringan musik disambut sorakan meriah dari para santri.

Memasuki persembahan ke-dua yaitu penampilan kreasi musik perkusi oleh tim Alvers percussion tak kalah menarik dan luar biasa. Tak hanya pukulan alat-alat perkusi yang meriah, parade cahaya juga turut serta mengiringi lagu mars annur yang tengah dibawakan. Cahaya yang dimainkan pun bersinar secara bergantian dan kompak dengan berbagai gerakan yang serempak.

Seiring berjalannya waktu, semangat para santri mulai memuncak ketika sampai pada inti acara. Yakni pagelaran agung mahakarya hari santri nasioanal ke-5 yang bertema ‘The Epic Compilation Of Indonesian Cultures’. Dengan gerakan dan wajah baru, persembahan tersebut mengompilasikan lebih dari 10 tarian tradisional nusantara, sekaligus pembentangan bendera merah putih raksasa oleh kurang lebih 3.500 santri putri. Permainan sorot lighting yang memukau serta smoke yang keluar dari berbagai sisi panggung penari inti dan perkusi, seketika berhasil menyita perhatian dan sorakan meriah. Tarian yang bernuansa nusantara dengan gerakan yang berunsurkan persatuan serta cinta tanah air menjadi pelengkap dari cerianya wajah para santri malam hari itu.

“Merasa bahwa hari itu adalah hari milik kita, jadi nggak ngantuk karena semangat dan bangga” ungkap Nartiti Cahya Putri santri asal Nusa Tenggara Barat. Tarian pun diakhiri dengan sorakan lantang ‘An-nur dua!’ sebagai pertanda bahwa acara telah berhasil berjalan dengan sukses dan lancar.

#harisantri2020

#santrisehatindonesiakuat

#banggajadisantri

#mediatech